Tips Mengatur Keuangan Versi Revolusi Mental


Mungkin bagi sebagian orang Indonesia sudah tak asing dengan revolusi mental. Wacana yang sebelumnya di canangkan Presiden Soekarno ini mulai ramai lagi ketika Presiden Jokowi memakai jargon revolusi mental saat pencalonan dirinya pada pemilihan presiden 2014. Misalnya revolusi mental dalam keuangan, tak sedikit orang yang sudah bekerja tapi masih bahkan belum tau mengatur gaji. Alhasil, berakibat buruk pada kondisi keuangannya sendiri. 

Berbicara cukup atau tidak gaji kita, kamu sendiri yang mengetahuinya. Jadi, yang jadi masalah bukanlah besar atau kecil gaji yang kita dapat, tapi bagaimana kamu mengatur keuangan. Lalu langkah pertama mengatur keungan versi revolusi mental yaitu mengubah cara berpikir ketika mendapat gaji, kamu harus mengalokasikan uang untuk apa.

Setelah mampu mengikuti langkah pertama, barulah memulai cara dengan mengatur anggaran keuangan selama sebulan. Dalam sebulan alangkah baiknya kamu mencatat setiap pengeluaran. Jangan lupa menyisihkan sebagian uang untuk dana tak terduga. Dana ini mengkin terasa sulit untuk disisihkan, namun kamu tidak perlu bingung lagi ketika motor/mobil rusak jatuh sakit. Lebih baiknya lagi kita mulai mengikuti asuransi kesehatan kalau memang tidak ada jaminan kesehatan dari tempat bekerja.

Memang pada awalnya pasti terasa sulit mengatur keuangan seperti itu, tapi jika jalani secara biasa, nantinya akan terbiasa. Setelah menjalani langkah-langkah tersebut,  kamu sudah bisa merevolusi mental dalam bisang keuangan. Dari situ tidak menutup kemungkinan kamu berkesempatan menjadi seorang yang sukses.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.